+62852 2537 1458Call for Information Update

Sejarah berdirinya MA Darun Najah

Cikal bakal berdirinya MA Darun Najah adalah Perguruan Islam Darun Najah (PID) yang berdiri pada tanggal 27 Juli 1963 di desa Ngemplak Kidul, kecamatan Margoyoso, kabupaten Pati yang terdiri dari Jenjang Madrasah Ibtida’iyah, Madrasah Diniyah dan Madrasah Tsanawiyah. Adapun para ustadz yang mengajar ialah Ustadz Hadiq Ma’shum selaku Kepala Madrasah, Ustadz K.Ali Murtadlo selaku wakil Kepala Madrasah, Ustadz Muhammad Munir Selaku Sekretaris, Ustadz Sudarno Diono selaku pembantu umum serta dibantu oleh para santri senior Pesantren Darul Huda yang mayoritas berasal dari desa Karangsari, kecamatan Cluwak, kabupaten Pati. Pada waktu itu PID belum memiliki gedung sendiri, dan pelaksanaan belajar mengajar dilakukan di rumah-rumah warga sekitar peasntren Darul Huda, antara lain ialah : di rumah Bapak H. syukur Markam (Mbah Jono), di rumah Bapak K. Badri Sini, dan di rumah Bapak So Seger Usi 

Pada tanggal 27 Juli 1964 Mbah Jono (H. Syukur Markam) menyerahkan tanah wakaf seluas 400 m2, yang berada disebelah selatan rumah beliau tepatnya di jalan Pati–Tayu km 18, untuk dijadikan gedung madrasah. Dengan swadaya masyarakat, alhamdulillah berdirilah gedung madrasah yang berdiri dari tiga ruang kelas yang digunakan untuk menampung para siswa-siswi kelas satu sampai kelas tiga Tsanawiyah, sedangkan anak-anak Ibtidaiyah dan Diniyah masih bertempat di rumah-rumah tersebut di atas. Pendidikan berjalan dan berkembang hingga tahun 1972 PID menambah jenjang untuk tingkat Aliayh, yang selanjutnya bernama Madrasah Aliyah (MA) Darun Najah, yang untuk tahun pertama dapat menampung tamatan Tsanawiyah sebanyak 27 siswa-siswi ditambah siswa baru dari luar Tsanawiyah Darun Najah.

Dari fenomena tersebut di atas, pengurus PID terdorong untuk menambah ruang kelas sebanyak 3 lokal guna mengantisipasi bertambahnya siswa di tingkat Aliyah. Pada tahun 1975, MA Darun Najah dapat menamatkan Mutakhorijin-mutakhorijat pertama kali sebanyak 37 siswa-siswi. Pada tahun 1975 PID menambah bangunan ruang kelas baru sehingga untuk semua jenjang berjumlah 10 lokal. Karena semakin banyaknya jumlah siswa, maka sejak tahun 1976 para siswa dimasukkan dua sift, yakni untuk Ibtida’yah dan Diniyah masuk pagi, sedangkan Tsanawiyah dan Aliyah masuk sore. Hal ini mendorong pengurus untuk berusaha membeli sebidang tanah. Dan  alhamdulillah, baru pada tahun 1986, pengurus berhasil membeli sebidang tanah seluas 1000 m2 yang terletak di sebelah utara lapangan desa Ngemplak Kidul, dan selanjutnya di bangunlah gedung untuk tingkat Tsanawiyah dan Aliyah. Adapun pembiayaannya mereka dapatkan dari saldo bisyaroh para guru. Akhirnya dari tahun ke tahun pendidikan di MA Darun Najah khusunya dapat berjalan dengan lancar dan berkembang dengan baik. Sejak tanggal 01 Maret 1988, dengan Nomor Surat: Wk/5.d/174/Pgm./MA/1988, yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Jawa Tengah, MA Darun Najah secara resmi dapat menempuh Ujian Negara untuk program IPS, yang sebelumnya mengikuti kurikulum pondok pesantren. Selanjutnya atas permintaan Stake Holder, pada tahun 1995, MA Darun Najah menambah program pilihan, yakni MA Keagamaan (MAK). Untuk saat ini MA Darun Najah memiliki tiga program pilihan, yakni IPS, Keagamaan, dan IPA.


Back to Top